Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

Wednesday, 3 February 2016

Cinta terlarang dengan Om sendiri

,


Kisah ini benar-benar dialami Oleh teman cinta-cintaremaja.blogspot.co.id sendiri. Sebut saja namanya yayuk, yayuk merupakan Wanita dari Kota daerah D dan punya Paman (adik kandung Orang Tua yayuk) tinggal di C akan tetapi memiliki usaha di Kota salatiga. Yayuk bisa tinggal di kota A karena menempuh pendidikan di Kota tersebut. Sementara Paman Yayuk, hanya seminggu sekali mengunjungi Kota A untuk keperluan bisnis sekaligus menjenguk Yayuk.

Berawal dari perkenalan melalui teman Yayuk hingga akhirnya dekat dengan penulis cinta-cintaremaja.blogspot.co.id, Ida banyak bercerita tentang kehidupan pribadinya. Agar lebih mudah, berikut pengakuan Yayuk kepada penulis cinta-cintaremaja.blogspot.co.id yang sudah Saya susun ulang sedemikian rupa untuk pembaca tercinta.

Tidak bermaksud sombong tapi Aku merupakan Wanita yang bisa dikatakan cantik. Banyak sekali Cowok yang berusaha untuk mendapatkan diriku. Hampir setiap Aku pergi, banyak yang berusaha mengenal bahkan berusaha dekat dengan diriku.. Bahkan tidak jarang saat makan di Tempat umum, ada saja Orang yang basa basi membicarakan sesuatu dan pada akhirnya tanpa diduga membayar makanan yang tadinya Aku pesan.

Awal cerita, sejak kecil Aku jarang bertemu dengan Om Aku yang saat ini menjalin cinta terlarang denganku. Setelah Aku jadi ABG, Om Aku sering datang ke Rumah bahkan mengajak Aku jalan-jalan. Banyak Hal yang dia berikan untuk Aku. Hal yang tidak Aku duga sebelumnya Om berikan sebagai kejutan. Bahkan sesekali Aku meminta sesuatu selalu dikabulkan. Sebagai ABG yang masih labil, tentu saja Aku merasa sangat senang. Dibelikan baju, jalan-jalan dengan mobil mewah, dan masih banyak lagi materi yang Aku dapatkan dari Dia.

Orang Tua Aku sendiri tentu saja tidak akan berpikir buruk karena Aku keponakan yang masih memiliki hubungan darah dengan Om Aku tersebut. Bahkan Tanteku (Istri Om), tidak menaruh rasa curiga sedikitpun. Pikirku, mungkin ini terjadi karena pada dasarnya Om aku tidak pelit dan suka berbagi dengan siapapun. Semakin terbiasa dengan kemewahan yang diberikan Om, Aku tidak bisa berbuat banyak untuk membalasnya. Hanya ucapan terima kasih dan selalu menjaga perasaan Om dari rasa kecewa. Hingga pada saat ada kesempatan, Om melakukan tindakan yang sangat tidak pantas Aku terima. Om melakukan tindakan cinta yang seharusnya dilakukannya pada tanteku, istri Om. Sebenarnya Aku merasa risih dan sempat menolak. Tapi karena sudah merasa hutang budi atau rasa tidak enak dengan Om, akhirnya Aku menurut saja dengan apa yang sudah dilakukannya.

Sejak saat itu Aku tahu kalau apa yang dilakukan Om selama ini memiliki tujuan itu. Hingga kemudian hal itu berkelanjutan dan menjadi kebiasaan. Tidak ada rasa canggung lagi diantara Kami. Aku tahu ini sangat salah, tapi jujur lama-lama Aku juga menikmatinya. Bertahun-tahun menjalani cinta terlarang dengan Om sendiri, Aku juga punya pacar hingga berkali-kali.

Kebanyakan tidak betah karena mereka Aku nomor duakan, sementara Om adalah yang utama. Alasan yang Aku pakai sederhana, "Dia om Aku, Orang Tua Aku mempercayakan Aku padanya". Dan saat Aku ingin melanjutkan pendidikan, Om Aku menyarankan memilih Kota salatiga saja. Pacar Aku saat itu tentu saja tidak setuju tapi mau bagaimana lagi harus itu yang Aku lakukan untuk menyenangkan hati Om.

Sejak saat itu pacar Aku jadi cuek, padahal Aku sangat mencintainya. Dia tidak lagi bersikap mesra. Bahkan saat ada kesempatan bertemu dan pergi berdua, bergandengan tanganpun Dia tidak Mau. Jujur Aku sangat mencintai pacar Aku, Dia bisa membuat Aku sangat jatuh cinta karena 1 hal. Dia bisa menjagaku, tidak pernah sekalipun menyentuh Aku. Dan sepertinya, Dia berusaha meninggalkan Aku. Aku harus siap meskipun sakit karena Aku juga sadar tidak pantas untuk mendapatkan cinta darinya.

Jujur hingga saat ini aku bingung, sampai kapan Aku akan terjerat cinta terlarang dengan Om sendiri. Aku ingin lepas tapi entah kenapa Aku belum bisa. Yang Aku bisa lakukan saat ini hanya belajar serius dan berharap suatu saat bisa sukses dengan usaha sendiri. Dengan itu mungkin Aku bisa lepas dan memulai hidup normal seperti teman-temanku yang lain. Atau setidaknya, ada Cowok yang mau menerima Aku apa adanya dan menjadikan Aku sebagai istrinya. Mengajak Aku tinggal bersama dan menjauhkan Aku dari jangkauan Om yang selama ini menjalin cinta terlarang denganku.

Dengan begitu, Aku bisa hidup tenang tanpa ada Om yang membayangi kehidupan cinta Aku. Meskipun Om tidak bisa hilang dari hidup Aku, tapi setidaknya ada Orang yang menjaga Aku saat Kami semua harus terlibat dalam urusan keluarga. Aku salah, buruk, juga banyak dosa. Tapi Aku juga manusia yang ingin kebahagiaan dan ingin juga merubah keadaan jadi lebih baik dan lebih lurus dari sebelumnya.

Saturday, 5 November 2011

asal usul kota malang

,

Adalah seorang raja yang bijaksana dan amat sakti, Dewasimha namanya. Ia menjaga istananya yang berkilauan serta dikuduskan oleh api suci Sang Putikewara (Ciwa). Berbahagialah sang Raja Dewasimha karena dewa-dewa telah menganugerahkan dalam hidupnya seorang putera sebagai pewaris mahkotanya. Putra yang kemudian menjadi pelindung kerajaan itu bernama Liswa atau juga dikenal sebagai Gajayana. Adalah Gajayana seorang raja yang begitu dicintai rakyatnya, berbudi luhur dan berbuat baik untuk kaum pendeta serta penuh baktu sesungguh-sungguhnya kepada Resi Agastya.

Sebagai tanda bakti yang tulus kepada Resi tersebut, sang Raja Gajayana telah membangun sebuah candi yang permai untuk mahresi serta untuk menjadi penangkal segala penyakit dan malapetaka kerajaan. Jikalau nenek moyangnya telah membuat arca Agstya dari kayu cendana, maka Raja Gajayana sebagai pernyataan bakti dan hormatnya telah memerintahkan kepada pemahat-pemahat ternama di seantero kerajaan untuk membuat arca Agastya dari batu hitam nan indah, agar semua dapat melihatnya. Arca Agastya yang diberi nama Kumbhayoni itu, atas perintah raja yang berbudi luhur tersebut kemudian diresmikan oleh para Regveda, para Brahmana, pendeta-pendeta terkemuka dan para penduduk negeri yang ahli, pada tahun Saka, Nayana-Vava-Rase(682) bulan Magasyirsa tepat pada hari Jum’at separo terang.

Ia Raja Gajayana yang perkasa itu adalah seorang agamawan yang sangat menaruh hormat kepada para pendeta. Dihadiahkannya kepada mereka tanah-tanah beserta sapi yang gemuk, sejumlah kerbau, budak lelaki dan wanita, serta berbagai keperluan hidup seperti sabun-sabun tempat mandi, bahan upacara sajian, rumah-rumah besar penuh perlengkapan hidup seperti : penginapan para brahmana dan tamu, lengkap dengan pakaian-pakaian, tempat tidur dan padi, jewawut. Mereka yang menghalang-halangi kehendak raja untuk memberikan hadiah-hadiah seperti itu, baik saudara-saudara, putera-putera raja, dan Menteri Pertama, maka mereka akan menjadi celaka karena pikiran-pikiran buruk dan akan masuk ke neraka dan tidak akan memperoleh keoksaan di dunia atau di alam lain. Ia, sebaliknya selalu berdoa dan berharap semoga keturunannya bergirang hati dengan hadiah-hadiah tersebut, memperhatikan dengan jiwa yang suci, menghormati kaum Brahmana dan taat beribadat, berbuat baik, menjalankan korban, dan mempelajari Weda. Semoga mereka menjaga kerajaan yang tidak ada bandingannya ini seperti sang Raja telah menjaganya.

Raja Gajayana mempunyai seorang puteri Uttejena yang kelak meneruskan Vamcakula ayahandanya yang bijaksana itu.

Cerita di atas diangkat sari satu prasasti yang bernama “Prasasti Dinaya atau Kanjuruhan” menurut nama desa yang disebutkan dalam piagam tersebut. Seperti tertulis di dalamnya, prasasti ini memuat unsure penanggalan dalam candrasengkala yang berbunyi : “Nayana-vaya-rase” yang bernilai 682 tahun caka atau tahun 760 setelah Masehi.

Apabila prasasti itu dikeluarkan oleh Raja Gajayana pada tahun 760 sesudah Masehi, maka paling tidak prasasti itu merupakan sumber tertulis tertua tentang adanya fasilitas politik yakni berdirinya kerajaan Kanjuruan di wilayah Malang. Tempat itu sekarang dikenal dengan nama Dinoyo terletak 5 km sebelah barat Kota Malang. Di tempat ini menurut penduduk disana, masih ditemukan patung Dewasimha yang terletak di tengah pasar walaupun hampir hilang terbenam ke dalam tanah.

Malangkucecwara berasal dari tiga kata, yakni : Mala yang berarti segala sesuatu yang kotor, kecurangan, kepalsuan, atau bathil, Angkuca yang berarti menghancurkan atau membinasakan dan Icwara yang berarti Tuhan. Dengan demikian Malangkucecwara berarti “TUHAN MENGHANCURKAN YANG BATHIL”.

Walaupun nama Malang telah mendarah daging bagi penduduknya, tetapi nama tersebut masih terus merupakan tanda tanya. Para ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber untuk memperoleh jawaban yang tepat atas pernyataan tersebut di atas. Sampai saat ini telah diperoleh beberapa hipotesa mengenai asal-usul nama Malang tersebut. Malangkucecwara yang tertulis di dalam lambang kota itu, menurut salah satu hipotesa merupakan nama sebuah bangunan suci. Nama bangunan suci itu sendiri diketemukan dalam dua prasasti Raja Balitung dari Jawa Tengah yakni prasasti Mantyasih tahun 907, dan prasasti 908 yakni diketemukan di satu tempat antara Surabaya-Malang. Namun demikian dimana letak sesungguhnya bangunan suci Malangkucecwara itu, para ahli sejarah masih belum memperoleh kesepakatan. Satu pihak menduga letak bangunan suci itu adalah di daerah gunung Buring, satu pegunungan yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terdapat salah satu puncak gunung yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran dugaan ini masih terus dilakukan karena ternyata, disebelah barat kota Malang juga terdapat sebuah gunung yang bernama Malang.

Pihak yang lain menduga bahwa letak sesungguhnya dari bangunan suci itu terdapat di daerah Tumpang, satu tempat di sebelah utara kota Malang. Sampai saat ini di daerah tersebut masih terdapat sebuah desa yang bernama Malangsuka, yang oleh sebagian ahli sejarah, diduga berasal dari kata Malankuca yang diucapkan terbalik. Pendapat di atas juga dikuatkan oleh banyaknya bangunan-bangunan purbakala yang berserakan di daerah tersebut, seperti candi Jago dan candi Kidal, yang keduanya merupakan peninggalan zaman kerajaan Singasari.

Dari kedua hipotesa tersebut di atas masih juga belum dapat dipastikan manakah kiranya yang terdahulu dikenal dengan nama Malang yang berasal dari nama bangunan suci Malangkucecwara itu. Apakah daerah di sekitar Malang sekarang, ataukah kedua gunung yang bernama Malang di sekitar daerah itu.

Sebuah prasasti tembaga yang ditemukan akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, sebelah barat daya Malang, dalam satu bagiannya tertulis sebagai berikut : “………… taning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I ………”. Arti dari kalimat tersebut di atas adalah : “ …….. di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu ………”

Dari bunyi prasasti itu ternyata Malang merupakan satu tempat di sebelah timur dari tempat-tempat yang tersebut dalam prasasti tiu. Dari prasasti inilah diperoleh satu bukti bahwa pemakaian nama Malang telah ada paling tidak sejak abad 12 Masehi.

Hipotesa-hipotesa terdahulu, barangkali berbeda dengan satu pendapat yang menduga bahwa nama Malang berasal dari kata “Membantah” atau “Menghalang-halangi” (dalam bahasa Jawa berarti Malang). Alkisah Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur telah mencoba untuk menduduki daerah Malang. Penduduk daerah itu melakukan perlawanan perang yang hebat. Karena itu Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud Sunan Mataram. Sejak itu pula daerah tersebut bernama Malang.

Timbulnya karajaan Kanjuruhan tersebut, oleh para ahli sejarah dipandang sebagai tonggak awal pertumbuhan pusat pemerintahan yang sampai saat ini, setelah 12 abad berselang, telah berkembang menjadi Kota Malang.

Setelah kerajaan Kanjuruhan, di masa emas kerajaan Singasari (1000 tahun setelah Masehi) di daerah Malang masih ditemukan satu kerajaan yang makmur, banyak penduduknya serta tanah-tanah pertanian yang amat subur. Ketika Islam menaklukkan kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke daerah Malang. Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang terletak di kota Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh bernama Kutobedah di desa Kutobedah.

Adalah Sultan Mataram dari Jawa Tengah yang akhirnya datang menaklukkan daerah ini pada tahun 1614 setelah mendapat perlawanan yang tangguh dari penduduk daerah ini.


by: cerita ala sma ! ngadirojo

ASAL MULA SELAT BALI

,



Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran.

Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, “Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau memberi sedikit hartanya.”

Sidi Mantra pergi ke Gunung Agung dengan mengatasi segala rintangan. Sesampainya di tepi kawah Gunung Agung, dia duduk bersila. Sambil membunyikan genta dia membaca mantra dan memanggil nama Naga Besukih. Tidak lama kernudian sang Naga keluar. Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan intan. Setelah mengucapkan terima kasih, Sidi Mantra mohon diri. Semua harta benda yang didapatnya diberikan kepada Manik Angkeran dengan harapan dia tidak akan berjudi lagi. Tentu saja tidak lama kemudian, harta itu habis untuk taruhan. Manik Angkeran sekali lagi minta bantuan ayahnya. Tentu saja Sidi Mantra menolak untuk membantu anakya.

Manik Angkeran mendengar dari temannya bahwa harta itu didapat dari Gunung Agung. Manik Angkeran tahu untuk sampai ke sana dia harus membaca mantra tetapi dia tidak pernah belajar mengenai doa dan mantra. Jadi, dia hanya membawa genta yang dicuri dari ayahnya waktu ayahnya tidur.

Setelah sampai di kawah Gunung Agung, Manik Angkeran membunyikan gentanya. Bukan main takutnya ia waktu ia melihat Naga Besukih. Setelah Naga mendengar maksud kedatangan Manik Angkeran, dia berkata, “Akan kuberikan harta yang kau minta, tetapi kamu harus berjanji untuk mengubah kelakuanmu. Jangan berjudi lagi. Ingatlah akan hukum karma.”

Manik Angkeran terpesona melihat emas, intan, dan permata di hadapannya. Tiba-tiba ada niat jahat yang timbul dalam hatinya. Karena ingin mendapat harta lebih banyak, dengan secepat kilat dipotongnya ekor Naga Besukih ketika Naga beputar kembali ke sarangnya. Manik Angkeran segera melarikan diri dan tidak terkejar oleh Naga. Tetapi karena kesaktian Naga itu, Manik Angkeran terbakar menjadi abu sewaktu jejaknya dijilat sang Naga.

Mendengar kematian anaknya, kesedihan hati Sidi Mantra tidak terkatakan. Segera dia mengunjungi Naga Besukih dan memohon supaya anaknya dihidupkan kembali. Naga menyanggupinya asal ekornya dapat kembali seperti sediakala. Dengan kesaktiannya, Sidi Mantra dapat memulihkan ekor Naga. Setelah Manik Angkeran dihidupkan, dia minta maaf dan berjanji akan menjadi orang baik. Sidi Mantra tahu bahwa anaknya sudah bertobat tetapi dia juga mengerti bahwa mereka tidak lagi dapat hidup bersama.

“Kamu harus mulai hidup baru tetapi tidak di sini,” katanya. Dalam sekejap mata dia lenyap. Di tempat dia berdiri timbul sebuah sumber air yang makin lama makin besar sehingga menjadi laut. Dengan tongkatnya, Sidi Mantra membuat garis yang mernisahkan dia dengan anaknya. Sekarang tempat itu menjadi selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dengan pulau Bali.

Reog Ponorogo

,

Singo Barong dan Kelana Suwandana adalah dua orang saudara seperguruan yang telah lama menjadi musuh bebuyutan. Permusuhan keduanya makin meruncing saat mereka secara bersamaan mengikuti sebuah sayembara dengan tiga persyaratan yang sangat mustahil untuk dipenuhi.

Pada sayembara dimana pemenangnya bisa menikahi putri cantik Sanggalangit yang juga anak penguasa terkemuka di Kediri, peserta diharuskan mempersembahkan tiga syarat yaitu seratus empatpuluh empat ekor kuda kembar lengkap dengan penunggangnya yang tampan, mahluk berkepala dua, dan tontonan menarik yang belum pernah disaksikan siapapun.

Iri Singo Barong makin menjadi saat tahu saingannya berhasil mendapatkan seratus empatpuluh empat ekor kuda yang tidak cuma kembar namun juga memiliki surai dan ekor berwarna emas. Dengan licik, ia memerintahkan orang kepercayaannya untuk merebut persyaratan pertama yang telah sukses dipenuhi Kelana Suwandana tersebut.

Akibatnya terjadi pertempuran sengit yang memakan banyak korban dari kedua belah pihak, bahkan akhirnya Singo Barong dan Kelana Suwandana harus berhadapan dan bertarung. Singo Barong nyaris saja menang, sayang matahari terbit yang menjadi pantangannya keburu muncul.

Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Kelana Suwandana, yang berhasil mengubah sosok Singa Barong menjadi mahluk berkepala dua di akhir pertarungan mereka. Kepala yang pertama adalah singa, sementara yang kedua berwujud merak, mahluk peliharaan Singa Barong yang selama ini bertengger dikepalanya untuk membersihkan kutu di kepala pria itu.

Siapa sangka, Singo Barong yang telah berubah wujud singa-merak membuat Kelana Suwandana sukses memenuhi syarat kedua. Untuk syarat ketiga, Kelana mengarak Singo Barong yang telah berubah wujud menjadi singa sambil diiringi gamelan unik yang terbuat dari bambu dan kayu.

Pada akhirnya, Kelana Suwandana tampil sebagai pemenang. Tidak cuma menikahi Sanggalangit dan menjadi penguasa Kediri, ia juga mewariskan kesenian arak-arakan singa dan gamelan yang kini dikenal dengan nama Reog Ponorogo.


by: cerita ala sma 1 ngadirojo

Thursday, 3 November 2011

ROMEO AND JULIET

,

Romeo and Juliet

Artikel ini adalah tentang drama Shakespeare itu.
Untuk kegunaan lain, lihat Romeo dan Juliet (disambiguasi).
Sebuah lukisan minyak 1870 oleh Ford Madox Brown menggambarkan adegan balkon terkenal Romeo dan Juliet
Judul halaman dari edisi pertama

Romeo dan Juliet adalah sebuah tragedi yang ditulis di awal karir dramawan William Shakespeare sekitar dua bintang muda-menyeberang pecinta kematian yang pada akhirnya menyatukan keluarga mereka bermusuhan. Ini merupakan salah cerita paling populer Shakespeare arketipal muda, pecinta remaja.

Romeo dan Juliet milik tradisi roman tragis peregangan kembali ke jaman dahulu. Plot didasarkan pada kisah Italia, diterjemahkan ke dalam ayat ini sebagai Sejarah tragis dari Romeus dan Juliet oleh Arthur Brooke pada 1562 dan diceritakan dalam prosa di Istana Kesenangan oleh Pelukis William pada tahun 1582. Shakespeare meminjam banyak dari kedua tetapi, untuk memperluas plot, karakter pendukung yang dikembangkan, khususnya Mercutio dan Paris. Diyakini ditulis antara 1591 dan 1595, memainkan pertama kali diterbitkan dalam versi kuarto pada tahun 1597. Teks ini berkualitas buruk, dan kemudian edisi dikoreksi itu, membawanya lebih sesuai dengan asli Shakespeare.

Shakespeare menggunakan struktur dramatis, terutama efek seperti beralih antara komedi dan tragedi untuk meningkatkan ketegangan, ekspansi nya karakter kecil, dan penggunaan sub-plot untuk membumbui cerita, telah dipuji sebagai tanda awal keterampilan dramatis. Memainkan ascribes bentuk puitis yang berbeda untuk karakter yang berbeda, kadang-kadang mengubah bentuk sebagai karakter berkembang. Romeo, misalnya, tumbuh lebih mahir di soneta selama bermain.

Romeo dan Juliet telah disesuaikan beberapa kali untuk panggung, film, musik dan opera. Selama Restorasi, itu dihidupkan kembali dan sangat direvisi oleh William Davenant. Abad ke-18 versi David Garrick juga diubah beberapa adegan, menghapus materi kemudian dianggap tidak senonoh, dan adaptasi opera Georg Benda dihilangkan banyak aksi dan menambahkan akhir yang bahagia. Pertunjukan di abad 19, termasuk Charlotte Cushman itu, memulihkan teks asli, dan berfokus pada realisme yang lebih besar. 1935 versi Yohanes Gielgud yang dijaga sangat dekat dengan teks Shakespeare, dan digunakan kostum Elizabethan dan pementasan untuk meningkatkan drama. Pada abad ke-20 bermain telah diadaptasi dalam versi yang beragam seperti relatif setia Film MGM 1936, panggung musik tahun 1950 West Side Story, dan MTV-1996 terinspirasi Romeo + Juliet



sinopsis


Bermain, diatur di Verona, dimulai dengan perkelahian jalanan antara Montague dan Capulet pendukung yang musuh bebuyutan.
Pangeran intervensi Verona dan menyatakan bahwa pelanggaran lebih lanjut dari perdamaian akan dihukum mati. Kemudian, Count Paris berbicara tentang menikahi Capulet putrinya, tetapi Capulet ini mewaspadai permintaan karena Juliet hanya tiga belas. Capulet meminta Paris untuk menunggu dua tahun lagi dan mengundangnya untuk menghadiri bola Capulet direncanakan. Lady Capulet dan perawat Juliet mencoba membujuk Juliet untuk menerima pacaran Paris.

Sementara itu, pembicaraan Benvolio dengan sepupunya Romeo, putra Montague, tentang depresi terakhir Romeo. Benvolio menemukan bahwa itu berasal dari obsesi yang tak terbalas untuk gadis bernama Rosaline, salah satu keponakan Capulet itu. Dibujuk oleh Benvolio dan Mercutio, Romeo menghadiri bola di rumah Capulet dengan harapan Rosaline pertemuan. Namun, bukan Romeo bertemu dan jatuh cinta dengan Juliet. Setelah bola, dalam apa yang sekarang disebut "balkon adegan", Romeo menyelinap ke dalam kebun Capulet dan tidak sengaja mendengar Juliet di jendela bersumpah cintanya kepadanya meskipun kebencian keluarganya dari Montague. Romeo membuat dirinya dikenal dan mereka setuju untuk menikah. Dengan bantuan Friar Laurence, yang berharap untuk mendamaikan dua keluarga melalui serikat anak-anak mereka, mereka diam-diam menikah pada hari berikutnya.
L'ultimo Bacio dato sebuah Giulietta Romeo da oleh Francesco Hayez. Minyak di atas kanvas, 1823.

Juliet sepupu Tybalt, marah bahwa Romeo telah menyelinap ke dalam bola Capulet, tantangan dia untuk berduel. Romeo, sekarang mempertimbangkan Tybalt sanaknya, menolak untuk berkelahi. Mercutio merasa tersinggung oleh Tybalt kekurangajarannya itu, serta Romeo "penyerahan keji," [1] dan menerima duel atas nama Romeo. Mercutio adalah fatal terluka ketika Romeo upaya untuk memecah melawan. Berduka dan didera rasa bersalah, Romeo dan membunuh Tybalt menghadapi.

Montague berpendapat bahwa Romeo telah dieksekusi Tybalt adil atas pembunuhan Mercutio. Prince, sekarang memiliki kehilangan sanak saudara dalam perseteruan keluarga berperang ', buangan Romeo dari Verona dan menyatakan bahwa jika Romeo kembali, [2] "adalah jam yang terakhir." Romeo diam-diam menghabiskan malam di kamar Juliet, di mana mereka sempurna mereka pernikahan. Capulet, menyalahartikan kesedihan Juliet, setuju untuk menikahinya dengan Count Paris dan mengancam memungkiri ketika dia menolak untuk menjadi Paris "pengantin menyenangkan." [3] Ketika ia kemudian memohon untuk pernikahan ditunda, ibunya menolak nya.

Juliet kunjungan Friar Laurence untuk membantu, dan dia menawarkan dirinya sebuah obat yang akan menempatkan dia dalam keadaan koma kematian-seperti untuk [4] "dua dan empat puluh jam." Biarawan ini berjanji untuk mengirim utusan untuk memberitahu Romeo rencana, sehingga ia dapat bergabung kembali ketika dia terbangun. Pada malam sebelum pernikahan, dia mengambil obat dan, ketika ditemukan tampak mati, dia diletakkan di ruang bawah tanah keluarga.

Utusan itu, bagaimanapun, tidak mencapai Romeo dan, sebaliknya, belajar Romeo Juliet kematian jelas dari hamba-Nya Balthasar. Patah hati, Romeo membeli racun dari apotek dan pergi ke ruang bawah tanah Capulet. Ia bertemu Paris yang telah datang untuk berkabung Juliet pribadi. Percaya Romeo untuk menjadi perusak, Paris menghadapi dia dan, dalam pertempuran berikutnya, Romeo membunuh Paris. Masih percaya Juliet mati, dia minum racun. Juliet kemudian terbangun dan menemukan Romeo meninggal, menusuk dirinya dengan pisau belatinya. Keluarga perseteruan dan Pangeran bertemu di makam untuk menemukan semua mati tiga. Friar Laurence menceritakan kisah dari dua "bintang-cross'd pecinta". Para keluarga didamaikan oleh kematian anak-anak mereka dan setuju untuk mengakhiri perseteruan kekerasan mereka. Memainkan berakhir dengan elegi sang Pangeran untuk pecinta: "Karena tidak pernah adalah kisah sengsara lebih / Dari ini dari Juliet dan Romeo-nya." [5]
Sumber
Judul halaman puisi Arthur Brooke, Romeus dan Juliet.

Romeo dan Juliet meminjam dari tradisi kisah cinta yang tragis dating kembali ke jaman dahulu. Salah satunya adalah Pyramus dan Thisbe, dari Metamorphoses Ovid, yang berisi paralel dengan cerita Shakespeare: orang tua pecinta 'saling membenci, dan Pyramus palsu percaya Thisbe kekasihnya mati [6] Para Ephesiaca dari Xenophon dari Efesus, ditulis dalam. abad ke-3, juga mengandung beberapa persamaan untuk bermain, termasuk pemisahan para pecinta, dan ramuan yang menginduksi tidur seperti mayat. [7]

Salah satu referensi awal untuk nama dan Capulet Montague adalah dari Divine Comedy Dante, yang menyebutkan Montecchi (Montague) dan Cappelletti (Capulets) di Canto enam dari Purgatorio: [8]

Datang dan lihat, Anda yang lalai,
Montague dan Capulets, Monaldi dan Filippeschi
Satu lot sudah berduka, yang lain ketakutan.
-Dante, Divine Comedy: Purgatorio, Pupuh VI, akan. 106-8 [9].

Namun, referensi adalah bagian dari polemik melawan pembusukan moral Florence, Lombardy dan Semenanjung Italia secara keseluruhan; Dante, melalui tokoh-tokohnya, menyesah Albert dari Hapsburg karena mengabaikan tanggung jawabnya sebagai penguasa temporal Kristen di benua itu ("Anda yang lalai "), dan Paus berturut untuk perambahan mereka dari urusan spiritual murni, sehingga menyebabkan iklim bertengkar terus-menerus dan peperangan antar partai politik yang bersaing di Lombardy. Historisitas mencatat nama keluarga Montague sebagai dipinjamkan untuk seperti partai politik di Verona, tetapi bahwa dari Capulets sebagai dari keluarga Cremonese, keduanya bermain keluar konflik mereka di Lombardy secara keseluruhan bukan dalam batas-batas Verona. [10] Sekutu untuk faksi politik yang bersaing, para pihak berduka ("Satu lot sudah berduka") karena perang yang tak ada habisnya mereka telah menyebabkan kehancuran kedua belah pihak, [10] daripada kesedihan dari hilangnya naas keturunan mereka seperti bermain set sebagainya, yang tampaknya hanya menjadi penciptaan puisi dalam konteks ini.

Versi awal dikenal Romeo dan Juliet kisah mirip dengan drama Shakespeare adalah kisah Mariotto dan Gianozza oleh Masuccio Salernitano, dalam novel 33-nya Il Novellino diterbitkan pada 1476 [11]. Salernitano set cerita di Siena dan menegaskan event-nya terjadi di masa hidupnya. Versinya cerita termasuk pernikahan rahasia, biarawan berkolusi, keributan di mana warga negara menonjol adalah dibunuh, pengasingan Mariotto, perkawinan Gianozza memaksa, plot ramuan, dan pesan penting yang menyimpang. Dalam versi ini, Mariotto tertangkap dan dipenggal dan mati Gianozza kesedihan. [12]

Luigi da Porto cerita diadaptasi sebagai Giulietta e Romeo dan termasuk dalam novellamente Historia nya ritrovata di Amanti Nobili karena diterbitkan pada tahun 1530 [13] Da Porto. Menarik pada Pyramus dan Thisbe dan Boccacio Decameron. Dia memberikannya banyak bentuk modern, termasuk nama-nama para pecinta, keluarga saingan Montecchi dan Capuleti, dan lokasi di Verona [11]. Ia juga memperkenalkan karakter yang sesuai dengan Shakespeare Mercutio, Tybalt, dan Paris. Porto da menyajikan kisahnya sebagai historis benar dan klaim itu terjadi di hari-hari Bartolomeo della Scala II (satu abad lebih awal dari Salernitano). Dalam versi Porto da Romeo Giulietta mengambil racun dan menusuk dirinya dengan pisau belatinya. [14]

Pada 1554, Matteo Bandello diterbitkan volume kedua dari Novelle, yang termasuk versi nya Giuletta e Romeo [13]. Bandello menekankan depresi awal Romeo dan perseteruan antara keluarga, dan memperkenalkan Perawat dan Benvolio. Bandello cerita itu diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis oleh Pierre Boaistuau pada tahun 1559 dalam volume pertama Tragiques nya Riwayat. Boaistuau menambahkan banyak dan sentimen moral, dan karakter menikmati ledakan retoris. [15]

Pada 1562 puisi ceritanya Sejarah tragis dari Romeus dan Juliet, Arthur Brooke diterjemahkan Boaistuau setia, tapi disesuaikan untuk mencerminkan bagian dari Chaucer Troilus dan Criseyde [16]. Ada kecenderungan di kalangan penulis dan dramawan untuk mempublikasikan bekerja berdasarkan Italia novelles- kisah Italia sangat populer di kalangan teater-penonton-dan Shakespeare mungkin telah akrab dengan 1567 koleksi William Painter dari kisah Italia berjudul Istana Kesenangan [17]. Koleksi ini termasuk versi dalam prosa dari kisah Romeo dan Juliet bernama "The lumayan Sejarah cinta sejati dan konstan Rhomeo dan Julietta ". Shakespeare mengambil keuntungan dari popularitas ini: The Merchant of Venice, Ado Banyak Tentang apa-apa, Semua yang baik akan berakhir baik, Measure for Measure, dan Romeo dan Juliet semua dari Novelle Italia. Romeo dan Juliet adalah dramatisasi tentang terjemahan Brooke, dan Shakespeare mengikuti puisi erat, tetapi menambahkan detail ekstra ke karakter baik besar dan kecil (khususnya Perawat dan Mercutio) [18].

Pahlawan Christopher Marlowe dan Leander dan Dido, Ratu dari Kartago, baik cerita sejenis yang ditulis di zaman Shakespeare, dianggap kurang dari pengaruh langsung, meskipun mereka mungkin telah membantu menciptakan suasana di mana kisah-kisah cinta yang tragis dapat berkembang.


Sources

Romeo dan Juliet meminjam dari tradisi kisah cinta yang tragis dating kembali ke jaman dahulu.
Salah satunya adalah Pyramus dan Thisbe, dari Metamorphoses Ovid, yang berisi paralel dengan cerita Shakespeare: orang tua pecinta 'saling membenci, dan Pyramus palsu percaya Thisbe kekasihnya mati [6] Para Ephesiaca dari Xenophon dari Efesus, ditulis dalam. abad ke-3, juga mengandung beberapa persamaan untuk bermain, termasuk pemisahan para pecinta, dan ramuan yang menginduksi tidur seperti mayat. [7]

Salah satu referensi awal untuk nama dan Capulet Montague adalah dari Divine Comedy Dante, yang menyebutkan Montecchi (Montague) dan Cappelletti (Capulets) di Canto enam dari Purgatorio: [8]

Datang dan lihat, Anda yang lalai,
Montague dan Capulets, Monaldi dan Filippeschi
Satu lot sudah berduka, yang lain ketakutan.
-Dante, Divine Comedy: Purgatorio, Pupuh VI, akan. 106-8 [9].

Namun, referensi adalah bagian dari polemik melawan pembusukan moral Florence, Lombardy dan Semenanjung Italia secara keseluruhan; Dante, melalui tokoh-tokohnya, menyesah Albert dari Hapsburg karena mengabaikan tanggung jawabnya sebagai penguasa temporal Kristen di benua itu ("Anda yang lalai "), dan Paus berturut untuk perambahan mereka dari urusan spiritual murni, sehingga menyebabkan iklim bertengkar terus-menerus dan peperangan antar partai politik yang bersaing di Lombardy. Historisitas mencatat nama keluarga Montague sebagai dipinjamkan untuk seperti partai politik di Verona, tetapi bahwa dari Capulets sebagai dari keluarga Cremonese, keduanya bermain keluar konflik mereka di Lombardy secara keseluruhan bukan dalam batas-batas Verona. [10] Sekutu untuk faksi politik yang bersaing, para pihak berduka ("Satu lot sudah berduka") karena perang yang tak ada habisnya mereka telah menyebabkan kehancuran kedua belah pihak, [10] daripada kesedihan dari hilangnya naas keturunan mereka seperti bermain set sebagainya, yang tampaknya hanya menjadi penciptaan puisi dalam konteks ini.

Versi awal dikenal Romeo dan Juliet kisah mirip dengan drama Shakespeare adalah kisah Mariotto dan Gianozza oleh Masuccio Salernitano, dalam novel 33-nya Il Novellino diterbitkan pada 1476 [11]. Salernitano set cerita di Siena dan menegaskan event-nya terjadi di masa hidupnya. Versinya cerita termasuk pernikahan rahasia, biarawan berkolusi, keributan di mana warga negara menonjol adalah dibunuh, pengasingan Mariotto, perkawinan Gianozza memaksa, plot ramuan, dan pesan penting yang menyimpang. Dalam versi ini, Mariotto tertangkap dan dipenggal dan mati Gianozza kesedihan. [12]

Luigi da Porto cerita diadaptasi sebagai Giulietta e Romeo dan termasuk dalam novellamente Historia nya ritrovata di Amanti Nobili karena diterbitkan pada tahun 1530 [13] Da Porto. Menarik pada Pyramus dan Thisbe dan Boccacio Decameron. Dia memberikannya banyak bentuk modern, termasuk nama-nama para pecinta, keluarga saingan Montecchi dan Capuleti, dan lokasi di Verona [11]. Ia juga memperkenalkan karakter yang sesuai dengan Shakespeare Mercutio, Tybalt, dan Paris. Porto da menyajikan kisahnya sebagai historis benar dan klaim itu terjadi di hari-hari Bartolomeo della Scala II (satu abad lebih awal dari Salernitano). Dalam versi Porto da Romeo Giulietta mengambil racun dan menusuk dirinya dengan pisau belatinya. [14]

Pada 1554, Matteo Bandello diterbitkan volume kedua dari Novelle, yang termasuk versi nya Giuletta e Romeo [13]. Bandello menekankan depresi awal Romeo dan perseteruan antara keluarga, dan memperkenalkan Perawat dan Benvolio. Bandello cerita itu diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis oleh Pierre Boaistuau pada tahun 1559 dalam volume pertama Tragiques nya Riwayat. Boaistuau menambahkan banyak dan sentimen moral, dan karakter menikmati ledakan retoris. [15]

Pada 1562 puisi ceritanya Sejarah tragis dari Romeus dan Juliet, Arthur Brooke diterjemahkan Boaistuau setia, tapi disesuaikan untuk mencerminkan bagian dari Chaucer Troilus dan Criseyde [16]. Ada kecenderungan di kalangan penulis dan dramawan untuk mempublikasikan bekerja berdasarkan Italia novelles- kisah Italia sangat populer di kalangan teater-penonton-dan Shakespeare mungkin telah akrab dengan 1567 koleksi William Painter dari kisah Italia berjudul Istana Kesenangan [17]. Koleksi ini termasuk versi dalam prosa dari kisah Romeo dan Juliet bernama "The lumayan Sejarah cinta sejati dan konstan Rhomeo dan Julietta ". Shakespeare mengambil keuntungan dari popularitas ini: The Merchant of Venice, Ado Banyak Tentang apa-apa, Semua yang baik akan berakhir baik, Measure for Measure, dan Romeo dan Juliet semua dari Novelle Italia. Romeo dan Juliet adalah dramatisasi tentang terjemahan Brooke, dan Shakespeare mengikuti puisi erat, tetapi menambahkan detail ekstra ke karakter baik besar dan kecil (khususnya Perawat dan Mercutio) [18].

Pahlawan Christopher Marlowe dan Leander dan Dido, Ratu dari Kartago, baik cerita sejenis yang ditulis di zaman Shakespeare, dianggap kurang dari pengaruh langsung, meskipun mereka mungkin telah membantu menciptakan suasana di mana kisah-kisah cinta yang tragis dapat berkembang



date and text


Tidak diketahui kapan tepatnya Shakespeare menulis Romeo dan Juliet.
Perawat Juliet mengacu pada gempa bumi katanya terjadi 11 tahun yang lalu [19]. Hal ini mungkin merujuk pada gempa Selat Dover dari 1580, yang akan tanggal baris tertentu ke 1591. Gempa-baik lainnya di Inggris dan di Verona-telah diusulkan dalam mendukung tanggal yang berbeda. [20] Tapi kesamaan gaya bermain dengan Midsummer Night Dream dan memainkan lainnya konvensional bertanggal sekitar 1594-95, tempat komposisi suatu waktu antara 1591 dan 1595 [21] Salah satu dugaan. adalah bahwa Shakespeare mungkin telah mulai draft di tahun 1591, yang selesai pada 1595. [22]

Shakespeare Romeo dan Juliet diterbitkan dalam dua edisi kuarto sebelum publikasi dari Folio Pertama 1623. Ini disebut sebagai Q1 dan Q2. Dicetak edisi pertama, Q1, muncul di awal 1597, dicetak oleh John Danter. Karena teks yang berisi sejumlah perbedaan dari edisi selanjutnya, itu adalah dicap sebagai 'kuarto buruk'; abad ke-20 Editor TJB Spencer menggambarkannya sebagai "teks menjijikkan, mungkin rekonstruksi bermain dari kenangan yang tidak sempurna dari satu atau dua aktor ", menunjukkan bahwa itu telah bajakan untuk publikasi [23]. Sebuah penjelasan alternatif untuk kekurangan Q1 adalah bahwa bermain (seperti banyak orang lain dari waktu) mungkin telah diedit sebelum pertunjukan oleh perusahaan bermain. [24] Dalam setiap peristiwa, penampilannya pada tahun 1597 awal 1596 membuat tanggal yang mungkin terbaru untuk komposisi drama itu. [20]

Q2 superior disebut bermain The Tragedie Paling Sempurna dan menyedihkan Romeo dan Juliet. Itu dicetak di 1599 oleh Thomas Creede dan diterbitkan oleh Cuthbert Burby. Q2 adalah sekitar 800 baris lebih dari Q1 [24]. Halaman judul Its menggambarkannya sebagai "Baru diperbaiki, ditambah dan diubah". Para sarjana percaya bahwa Q2 berdasarkan pra-kinerja rancangan Shakespeare (disebut kertas busuk nya), karena ada keanehan tekstual seperti tag variabel untuk karakter dan "mulai palsu" untuk pidato yang mungkin dicoret oleh penulis, tetapi keliru diawetkan oleh seter. Ini adalah teks yang jauh lebih lengkap dan dapat diandalkan, dan dicetak ulang pada 1609 (Q3), 1622 (Q4) dan 1637 (Q5) [23] Akibatnya,. Semua Quartos kemudian dan folio Romeo dan Juliet didasarkan pada Q2, sebagai semua edisi modern sejak editor percaya bahwa setiap penyimpangan dari Q2 di edisi selanjutnya (apakah baik atau buruk) yang mungkin timbul dari editor atau compositors, bukan dari Shakespeare [24].

Teks Folio Pertama 1623 didasarkan terutama pada Q3, dengan klarifikasi dan koreksi mungkin datang dari promptbook teater atau Q1 [23] [25]. Lain Folio edisi bermain dicetak di 1632 (F2), 1664 (F3), dan 1685 (F4) [26] versi-yang modern memperhitungkan beberapa folio dan Quartos-pertama kali muncul dengan edisi 1709 Nicholas Rowe, diikuti oleh versi 1723 Paus Alexander.. Paus memulai tradisi mengedit bermain untuk menambahkan informasi seperti arah panggung hilang di Q2 dengan menempatkan mereka di Q1. Tradisi ini terus larut periode Romantis. Edisi sepenuhnya dijelaskan pertama kali muncul pada periode Victoria dan terus diproduksi hari ini, pencetakan teks bermain dengan catatan kaki yang menjelaskan sumber-sumber dan budaya belakang
memainkan



 

HISTORIS PACITAN PARADISE Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates